Usaha Pemerintah Jepang Mendidik Hacker
Kementrian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang (METI) akan mengadakan olimpiade "Computer Security Champhionship" (security kou-shi-en) yang pertama di jepang.
Menurut METI, plimpiade ini bertujuan untuk mencari dan mendidik bibit muda yang memiliki teknik dan pengetahuan hacking komputer. Lomba ini akan diadakan dengan mekanisme dimana peserta olimpiade ini akan diseleksi dari SMU dan sekolah kejuruan di seluruh jepang, yang jumlahnya sebanyak 20 tim.
Masing-masing tim akan dicoba ketangguhannya untuk memasuki server tim lawan. Pemenang lomba ini akan diberi hadiah berupa kesempatan belajar di luar negeri ke Amerika, seperti ke Universitas Carnegie Mellon atau ke Dartmouth College Amerika. Menurut METI, perlombaan serupa juga diadakan oleh banyak negara lain, namun baru kali ini diadakan oleh pemerintah sebuah negara.
Menurut data penelitian, impor software Jepang pada tahun 2000 sebanyak 920 milyar yen, sedangkan ekspor software jepang hanya sebesar 9 milyar yen. Oleh karena itu kedudukan olimpiade ini penting untuk mengumpulkan bibit unggul di bidang komputer, mendidik mereka ke luar negeri, dan akhirnya akan memperkuat daya saing Jepang di bidang komputer.
Olimpiade ini akan diadakan di sebuah hotel di Tokyo pada bulan agustus tahun 2003, dan pendaftaran akan dimulai dari bulan juni 2003. Satu tim terdiri dari 3 orang, semua server pada awalnya mempunyai lubang sekuriti (security hole). Masing-masing team harus berusaha menutup lubang sekuriti dan memperkuat server mereka. Pada saat yang sama mereka juga harus berusaha mencari lubang sekuriti lawan, masuk dan mengambil alih kontrol server lawan.
Saat ini pemerintah Jepang sangat aktif dalam usaha memajukan pendidikan ilmu komputer di jepang. Walaupun jepang sudah termasuk negara maju, namun untuk bidang komputerisasi, jepang masih ketinggalan dibandingkan dengan negara maju lainnya seperti Amerika maupun Eropa. Usaha lain pemerintah jepang adalah dengan mengadakan ujian negara untuk ilmu komputer. Ujian ini mempunyai banyak jenis dan level, antara lain:
Fundamental Software Engineer, Database Technical Engineer, Network Technical Engineer, Security , Software Developer dan lain sebagainya.
Pemilik kualifikasi (tanda lulus ujian), dihargai oleh perusahaan-perusahaan di jepang, dan salah satu modal bagi mahasiswa jepang ketika mencari pekerjaan. Beberapa perusahaan software jepang juga memberikan insentif, atau menaikkan gaji pokok untuk pegawai yang lulus ujian ini.
Selain ujian negara, banyak juga ujian lainnya yang diadakan oleh organisasi-organisasi maupun enterprise (Microsoft, Oracle), baik tingkat lokal maupun internasional. Salah satu ujian yang cukup terkenal ialah FE (Fundamental Software Engineering) atau dalam bahasa Jepangnya disebut Kihon-Jouhou-Gijyutsusha. Ujian ini di beberapa perusahaan akhir-akhir ini menjadi "TOEFL nya ilmu komputer", bahkan ada perusahaan software yang mewajibkan pegawainya lulus ujian ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Thank all ...